Benarkah Akibat Sering Berhubungan Seks Dengkul Bisa Kopong?

benarkah-akibat-sering-berhubungan-seks-dengkul-bisa-kopong

Benarkah Akibat Sering Berhubungan Seks Dengkul Bisa Kopong? – Pernahkah Anda mendengar arti kerap melaksanakan jalinan seks dapat merubah tulang? Banyak yang beranggapan dengkul bakal kopong atau keropos terhadap tulang tertentu. Hal itu dapat benar atau tidak?

Benarkah Akibat Sering Berhubungan Seks Dengkul Bisa Kopong?

benarkah-akibat-sering-berhubungan-seks-dengkul-bisa-kopong

homeschoolingtexas – Melihat analisis itu, Nicolaas C. Budhiparama, MD.,PhD dan dr. Asep Santoso, Sp.OT (K), menjelaskan barangkali yang dimaksud ‘dengkul kopong’ ini adalah penyakit peradangan sendi (arthritis) atau pengapuran, yang banyak ditemui dalam masyarakat.

Penyakit peradangan sendi ini dapat berbentuk penuaan (osteoarthritis) ataupun style peradangan sendi lainnya (inflammatory arthritis) yang disebabkan penyakit autoimun.

Learn more

“Hingga kala ini, tidak tersedia bukti ilmiah yang menunjang jalinan antara jalinan seksual dengan terjadinya peradangan sendi. Jadi sepertinya pernyataan di atas sekedar mitos belaka,” ujar Nicolaas C. Budhiparama, MD.,PhD.

Bagi anda yang suka bermain game online silahkan kunjungi link berikut : Bandar Judi Bola

Mengenai hal itu, dr. Asep Santoso melanjutkan bahwa dampak jalinan seksual terhadap sendi yang sesungguhnya udah mengalami peradangan, dan bagaimana sebaiknya jalinan seksual dapat dijalankan secara safe terhadap orang-orang tersebut.

Efek sendi yang mengalami peradangan

Penelitian menjelaskan bahwa kala jalinan seksual dan orgasme tubuh bakal mengeluarkan hormon endorphin, yang merupakan “natural pain-killing hormone” atau hormon yang bermanfaat meredakan nyeri dari dalam tubuh.

“Jadi, terhadap lebih dari satu orang yang udah mempunyai peradangan sendi, kegiatan seksual dapat saja menambahkan dampak berkurangnya gejala nyeri sendi,” ujar dr. Asep Santoso.

Selain itu, kegiatan seksual juga sesungguhnya merupakan anggota dari kegiatan latihan gerakan sendi (gentle joint motion exercise), yang dapat kurangi gejala nyeri sendi dengan mekanisme sebagai berikut:

– Menurunkan peradangan sendi

– Mempertahankan kelenturan kapsul sendi

– Memacu aliran darah ke tulang rawan sendi (cartilage), yang bakal menjaganya selamanya sehat dan awet

– Memperkuat otot di lebih kurang sendi yang bakal menunjang memperkuat sendi

Ia melanjutkan, walau menambahkan beragam keuntungan terhadap sendi, harus disadari bahwa andaikata peradangan sendi udah juga kategori berat, tersedia lebih dari satu hal yang harus diperhatikan kala melaksanakan kegiatan jalinan seksual agar tidak timbul sakit yang makin parah.

Tips terkait seks

Tips terkait seks

Dr. Asep Santoso menjelaskan bahwa jalinan seksual sebaiknya dijadwalkan. Lalu, melaksanakan pemanasan kegiatan fisik ringan gerakan sendi sebelum akan terkait seksual.

“Mandi air hangat sebelum akan terkait seksual. Selain itu, komunikasi atau diskusi dengan pasangan, sebelum akan dan selama jalinan seksual,” imbuh dr. Asep Santoso.

Terakhir, menentukan posisi kegiatan seksual yang tidak mengakibatkan nyeri sendi dan Minum obat pereda nyeri.

Artikel ini bekerjasama dengan Nicolaas C. Budhiparama, MD.,PhD dari Nicolaas Institute of Constructive Orthopedic Research & Education Foundation for Arthoplasty & Sports Medicine

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *